Halo sahabat selamat datang di website jasahomecare.site, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Serologi: Definisi, Tujuan, Jenis, Tata Laksana oleh - jasahomecare.site, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Dunia kedokteran mengenal berbagai macam jenis tes untuk mendiagnosis penyakit, salah satunya serologi. Ketahui lebih lanjut mengenai tes serologi mulai dari tujuan, jenis, tata laksana, hasil, hingga efek sampingnya berikut ini!

serologi-doktersehat

Apa Itu Serologi?

Serologi sejatinya adalah sub-ilmu imunologi yang menganalisis perihal antigen-antibodi, dalam hal ini reaksi secara in vitro. Sementara itu, tes serology adalah metode pemeriksaan yang dilakukan untuk mengidentifikasi antibodi dan antigen di dalam darah.

Perlu diketahui, tubuh akan memproduksi antibodi ketika terserang suatu penyakit karena adanya infeksi oleh virus, bakteri, jamur, maupun parasit yang kemudian (antigen). Antibodi bekerja dengan cara menempel pada antigen tersebut dan mematikannya.

Tujuan Tes Serologi

Tujuan dari tes iniâ€"sebagaimana telah disebutkan di atasâ€"adalah untuk mengidentifikasi keberadaan antibodi dan antigen di dalam darah. Antigen merupakan substansi penyebab penyakit berukuran sangat kecil yang bisa masuk ke dalam tubuh melalui sejumlah medium seperti droplet, keringat, dan sebagainya.

Antigen yang dimaksud meliputi:

  • Virus
  • Bakteri
  • Jamur
  • Parasit

“Kedatangan” antigen ini lantas direspon oleh tubuh dengan membentuk antibodi. Melalui uji serologi, dokter dapat mengenali jenis antigen dan antibodi yang ada di dalam tubuh. Hal ini tentu sangat berguna untuk mendiagnosis jenis infeksi yang tengah diderita oleh pasien.

Selain sebagai medium deteksi awal dari suatu penyakit akibat infeksi, tes ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit autoimun. Penyakit autoimun adalah gangguan kesehatan yang terjadi ketika sistem imun justru malah menyerang dan merusak jaringan tubuh.

Penyakit-penyakit lainnya yang bisa dideteksi dengan tes ini adalah sebagai berikut:

  • Brucellosis
  • Amebiasis
  • Measles
  • Rubella
  • Penyakit akibat infeksi jamur

Jenis-Jenis Tes Serologi

Berdasarkan peruntukan yang paling umum, uji serologi terbagi menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu:

1. Serologi Sifilis

Tes ini umum digunakan untuk mendiagnosis penyakit sifilis. Sifilis adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri jenis Treponema Pallidum. Penyakit ini biasanya ditularkan melalui hubungan seksual (penetrasi dan oral).

Saat antigen menyerang, tubuh akan memproduksi dua macam antibodi yakni antibodi Treponema dan antibodi non-Treponema. Uji serologi lantas dilakukan untuk mendeteksi jenis antibodi mana yang diproduksi oleh tubuh pasien.

  • Treponemal antigen test: Reaksi fiksasi komplemen, reaksi aglutinasi, imunofluoresen, imobilisasi
  • Non-Treponemal antigen test: Reaksi fiksasi komplemen, reaksi flokulasi

2. Serologi Demam Tifoid

Uji serologi juga kerap digunakan untuk mendeteksi penyakit demam tifoid yang disebabkan oleh bakteri Salmonela Thyposa. Lebih spesifik, tes yang satu ini bertujuan untuk:

  • Mengidentifikasi prognosis penyakit
  • Mendiagnosis thypus abdominalis
  • Mengidentifikasi aglutinin

3. Serologi Hepatitis B

Dokter juga akan menerapkan uji serologi pada pasien yang terindikasi menderita penyakit Hepatitis, khususnya Hepatitis B.

Tes untuk mendeteksi penyakit Hepatitis B terdiri dari:

  • HBeAg
  • HBsAg
  • HBV DNA
  • Anti-HBc
  • Anti-HBe
  • Anti-HBs

Kapan Harus Melakukan Tes Serologi?

Kapan harus melakukan tes atau uji serologi? Tes ini dilakukan apabila ditemukan potensi infeksi pada pasien. Tak hanya itu, tes akan dilaksanakan jika pasien terindikasi mengidap penyakit yang berkaitan dengan abnormalitas sistem kekebalan tubuh.

Apabila Anda diharuskan untuk menjalani tes ini, pastikan rumah sakit dan dokter yang menangani Anda memiliki standar prosedur tes yang mumpuni agar hasil diagnosis benar-benar akurat. Dengan demikian, diharapkan proses penyembuhan penyakit juga berjalan optimal nantinya.

Tata Laksana Tes Serologi

Tes dilakukan di rumah sakit. Dalam melaksanakan tes, berikut ini adalah standar prosedurnya:

1. Cara Melakukan Tes Serologi

Dilihat dari tata caranya, uji serology terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Tes Presipitasi, adalah tes yang bertujuan untuk mengidentifikasi antigen pada cairan tubuh
  • Tes Aglutinasi, adalah tes yang bertujuan untuk mengidentifikasi antibodi yang telah terpapar antigen hingga menyebabkan terjadinya penggumpalan di dalam darah
  • Tes Western Blot, adalah tes yang bertujuan untuk mencari tahu antibodi di dalam darah yang bersifat sebagai antimikroba

2. Prosedur Pelaksanaan Tes Serologi

Tes ini dilakukan dengan cara mengambil sampel darah pasien menggunakan jarum suntik. Pada pasien anak-anak, proses pengambilan sampel darah bisa dilakukan dengan cara membuat sayatan kecil pada kulit.

Proses pengambilan sampel darah berlangsung dengan cepat dan umumnya tidak menimbulkan rasa sakit yang parah. Setelah sampel darah pasien diambil, dokter akan menganalisisnya di laboratorium.

Hasil Tes Serologi

Hasil dari uji laboratorium akan merujuk pada dua kemungkinan, yaitu:

1. Hasil Normal

Hasil tes dikatakan normal apabila dokter tidak menemukan adanya antibodi di dalam darah. Pasalnya, antibodi hanya diproduksi oleh tubuh apabila ada antigen yang masuk.

2. Hasil Abnormal

Apabila dokter menemukan keberadaan antibodi pada sampel darah, itu artinya  sistem imun tubuh pasien terindikasi sedang atau pernah merespons suatu antigen atau protein asing.

Selain itu, hasil tes dikatakan abnormal apabila dokter menemukan adanya kesalahan pada sistem imun yang menjadi pertanda jika pasien mungkin mengalami penyakit autoimun.

Efek Samping Serologi

Tes ini umumnya tidak menimbulkan efek samping. Memang, pada beberapa orang tes ini mungkin bisa menyebabkan terjadinya perdarahan  atau bahkan infeksi. Kendati demikian, kemungkinannya sangat kecil.

Apabila setelah beberapa jam pasca melalukan tes Anda merasakan ketidaknyamanan pada area tubuh yang dijadikan titik pengambilan sampel darah, segera kunjungi dokter guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Serologi dan COVID-19

Nama tes ini pun mencuat berkaitan dengan wabah COVID-19. Sebagaimana dilansir dari Tirto.id, Pengurus Ikatan Ahli  Kesehatan Masyarakat (IAKMI) yakni  Dono Widiatmoko mengatakan jika tes serologi bisa dijadikan alternatif deteksi awal infeksi virus Corona COVID-19 selain Rapid Test dan PCR.

Menurutnya, tes ini dapat mengetahui respons sistem imun tubuh (antibodi IgG dan lgM) terhadap virus tersebut. Selain itu, alasan mengapa tes tersebut direkomendasikan adalah biayanya yang lebih murah ketimbang tes PCR.

Penggunaan tes untuk mendeteksi virus Corona COVID-19 pun juga telah dilakukan oleh Centers of Disease Control and Prevention (CDC).

 

  1. CDC. 2020. Serology Test for COVID-19 ata CDC. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/lab/serology-testing.html (Diakses pada 7 Juli 2020)
  2. Fallahnda, B, 2020. Mengenal Tes Serologi: Cara Kerja, Jenis, dan Kegunaannya. https://tirto.id/mengenal-tes-serologi-cara-kerja-jenis-dan-kegunaannya-fHMQ (Diakses pada 7 Juli 2020)
  3. O’Connell, K. 2018. What Is Serology. https://www.healthline.com/health/serology#process (Diakses pada 7 Juli 2020)

Itulah tadi informasi mengenai Serologi: Definisi, Tujuan, Jenis, Tata Laksana oleh - jasahomecare.site dan sekianlah artikel dari kami jasahomecare.site, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website jasahomecare.site, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Pendarahan Pascamelahirkan: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dll oleh - jasahomecare.site, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Pendarahan pascamelahirkan adalah kondisi yang bisa dialami oleh wanita yang melahirkan normal melalui vagina ataupun yang melahirkan dengan operasi caesar. Pendarahan pascapersalinan dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang parah. Jika tidak ditangani dengan cepat, kondisi ini dapat menyebabkan organ tubuh tidak mendapatkan aliran darah yang cukup sehingga bisa menyebabkan kematian. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

pendarahan-pascamelahirkan-doktersehat

Apa Itu Pendarahan Pascamelahirkan?

Pada dasarnya kehilangan darah setelah melahirkan adalah sesuatu yang normal. Jika seorang wanita melahirkan normal, biasanya akan kehilangan darah sekitar 500 mililiter, sedangkan jika melakukan operasi caesar tubuh wanita biasanya akan kehilangan 800 â€" 1.000 mililiter. Pendarahan pascamelahirkan yang perlu diwaspadai jika Anda kehilangan lebih banyak darah dari yang seharusnya.

Pendarahan pascapersalinan yang tidak berhenti dari hari ke hari disertai pandangan kabur, kedinginan, atau merasa lemah adalah kondisi yang harus diwaspadai.

Penyebab Pendarahan Pascamelahirkan

Setelah bayi dilahirkan, rahim biasanya berkontraksi dan mendorong keluar plasenta. Proses kontraksi ini membantu menekan pembuluh darah tempat plasenta menempel. Jika rahim tidak berkontraksi cukup kuat, pembuluh darah ini bisa lepas sehingga menjadi penyebab paling umum pendarahan pascapersalinan.

Berikut adalah beberapa kondisi lain yang bisa menyebabkan pendarahan pascamelahirkan, antara lain:

  • Leher rahim atau jaringan vagina robek
  • Pembuluh darah di rahim robek
  • Mengalami hematoma
  • Gangguan pembekuan darah
  • Masalah plasenta
  • Ruptur uteri
  • Pembalikan rahim
  • Memiliki fibroid rahim

Kondisi Selama Persalinan

Selain beberapa penyebab seperti di atas, pendarahan pascamelahirkan juga bisa disebabkan oleh:

  • Persalinan caesar
  • Mendapatkan anestesi umum. Ini adalah obat yang membuat Anda tertidur sehingga tidak merasakan sakit selama operasi. Jika tidak menjalani operasi caesar darurat, Anda mungkin memerlukan anestesi umum
  • Mengonsumsi obat untuk menginduksi persalinan. Obat yang disebut Pitocin berguna untuk menginduksi persalinan. Pitocin adalah bentuk oksitosin buatan manusia, hormon yang dibuat agar tubuh memulai kontraksi
  • Menjalani persalinan cepat atau berada dalam persalinan dalam waktu yang lama membuat Anda berisiko untuk mengalami pendarahan pascapersalinan

Faktor Risiko

Beberapa wanita memiliki risiko lebih besar untuk mengalami pendarahan pascamelahirkan. Berikut adalah beberapa faktor risiko yang menyebabkan kondisi tersebut, antara lain:

  • Memiliki solusio plasenta
  • Mengalami plasenta previa
  • Kelebihan air ketuban
  • Kehamilan lebih dari satu janin
  • Memiliki tekanan darah tinggi saat hamil
  • Sudah banyak menjalani proses persalinan
  • Mengalami infeksi
  • Kegemukan
  • Melahirkan dengan forceps atau melahirkan vakum
  • Etnik Asia atau Hispanik

Jika Anda memiliki salah satu dari faktor-faktor risiko ini, dokter mungkinan akan mengambil tindakan pencegahan tambahan untuk mencegah pendarahan dan mengamati Anda lebih intens dalam 24 hingga 48 jam setelah melahirkan.

Risiko pendarahan pascamelahirkan tertinggi  dalam 24 jam pertama setelah kelahiran disebut primary postpartum hemorrhage. Sementara pendarahan yang terjadi setelah 24 jam pertama kelahiran hal itu disebut secondary hemorrhage.

Gejala Pendarahan Pascamelahirkan

Gejala pendarahan pascapersalinan dapat terlihat seperti beberapa kondisi kesehatan lainnya. Berikut ini adalah beberapa gejala yang paling umum, antara lain

  • Pendarahan yang tidak terkendali
  • Tekanan darah menurun
  • Peningkatan detak jantung
  • Penurunan jumlah sel darah merah
  • Jika pendarahan pascamelahirkan berasal dari hematoma, pembengkakan dan rasa sakit pada vagina atau area sekitarnya bisa terjadi

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Pendarahan pascamelahirkan adalah kondisi yang serius karena bisa menyebabkan tekanan darah mengalami penurunan. Apabila tekanan darah terlalu rendah, organ tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup sehingga bisa menyebabkan kematian. Oleh karena itu, segera cari bantuan medis jika:

  • Pendarahan terjadi lebih dari satu pembalut selama satu jam dan tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti
  • Penglihatan kabur
  • Panas dingin
  • Kulit basah
  • Detak jantung yang cepat
  • Pusing
  • Kelemahan
  • Mual
  • Perasaan lemah

Diagnosis Pendarahan Pascamelahirkan

Diagnosis yang bisa dilakukan dokter adalah meninjau riwayat kesehatan  dan melakukan pemeriksaan fisik. Beberapa tes lainnya yang mungkin disarankan dokter untuk membantu diagnosis, antara lain:

  • Mengukur denyut nadi dan tekanan darah
  • Jumlah sel darah merah
  • Faktor pembekuan dalam darah
  • Perkirakan berapa banyak darah yang hilang

Pengobatan Pendarahan Pascamelahirkan

Pada dasarnya perawatan pendarahan pascapersalinan adalah untuk menghentikan kondisi yang menyebabkan perdarahan sesegera mungkin. Beberapa perawatan yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Obat atau pijatan rahim untuk merangsang kontraksi
  • Menghilangkan potongan plasenta yang tersisa di rahim
  • Pemeriksaan rahim, jaringan panggul, vagina, dan vulva untuk mencari area yang mungkin perlu diperbaiki
  • Bakri balloon atau foley catheter digunakan untuk memberi tekanan pendarahan yang terjadi di dalam rahim
  • Laparotomi, prosedur bedah dengan membuat sayatan di dinding perut mungkin diperlukan untuk menemukan penyebab pendarahan pascamelahirkan
  • Mengikat atau menyegel pembuluh darah yang berdarah. Ini dilakukan dengan menggunakan jahitan kompresi uterus, gel khusus, lem, atau coils
  • Histerektomi, prosedur bedah untuk mengangkat rahim. Pada banyak kasus, ini adalah pilihan terakhir yang diambil.

Mengganti darah yang hilang dengan segera menjadi penting dalam mengobati pendarahan pascamelahirkan. Anda mungkin akan diberikan cairan infus dan darah intravena untuk mencegah syok. Jika penyebab pendarahan berhasil diatasi, Anda bisa pulih sepenuhnya.

Komplikasi Pendarahan Pascamelahirkan

Kehilangan banyak darah dengan cepat dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang parah. Jika kondisi ini tidak mendapatkan penanganan dengan cepat, hal itu bisa menyebabkan syok hingga kematian.

Pencegahan Pendarahan Pascamelahirkan

Semua wanita pasti menerima perawatan untuk membantu mencegah pendarahan pascapersalinan. Beberapa obat yang digunakan untuk mencegah perdarahan adalah misoprostol, ergometrine, carbetocin, atau kombinasi dari obat-obatan tersebut.

Sementara itu, beberapa pakar menyarankan ibu untuk mulai menyusui sesegera mungkin setelah lahir. Hal ini memungkinkan ibu untuk mengeluarkan oksitosin (natures Pitocin) untuk membantu kontraksi rahim dan mengeluarkan plasenta.

Setelah plasenta dikeluarkan, memastikan kandung kemih kosong juga dapat menghindari pendarahan pascamelahirkan.

 

  1. Anonim. Postpartum Hemorrhage
    https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=postpartum-hemorrhage-90-P02486. (Diakses pada 3 Juli 2020).
  2. Anonim. Postpartum Hemorrhage. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentTypeID=90&ContentID=P02486. (Diakses pada 3 Juli 2020).
  3. Anonim. POSTPARTUM HEMORRHAGE. https://www.marchofdimes.org/pregnancy/postpartum-hemorrhage.aspx#:~:text=Postpartum%20hemorrhage%20(also%20called%20PPH,to%205%20percent)%20have%20PPH. (Diakses pada 3 Juli 2020).
  4. Moldenhauer, Julie S. 2020. Postpartum Hemorrhage. https://www.msdmanuals.com/professional/gynecology-and-obstetrics/abnormalities-and-complications-of-labor-and-delivery/postpartum-hemorrhage. (Diakses pada 3 Juli 2020).
  5. Weiss, Robin Elise. 2019. How to Prevent Postpartum Hemorrhage. https://www.verywellfamily.com/postpartum-hemorrhage-2753097. (Diakses pada 3 Juli 2020).

Itulah tadi informasi mengenai Pendarahan Pascamelahirkan: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dll oleh - jasahomecare.site dan sekianlah artikel dari kami jasahomecare.site, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website jasahomecare.site, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Imiquimod: Fungsi, Dosis, Efek Samping, Harga, dll oleh - jasahomecare.site, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Imiquimod adalah obat untuk mengatasi pertumbuhan sejenis kanker kulit. Obat ini juga digunakan untuk mengobati kutil kelamin. Ketahui imiquimod obat apa, fungsi, dosis, aturan pakai, harga, dll.

Rangkuman Informasi Obat Imiquimod

Berikut ini adalah informasi umum obat imiquimod:

 Nama Obat Imiquimod
 Kandungan Obat Imiquimod
 Kelas Obat Dermatologis dan obat topikal antivirus
 Kategori Obat Obat resep
 Manfaat Obat
  • Mengobati kutil kelamin.
  • Mengobati kutil perianal atau kutil anus.
  • Mengobati actinic keratosis (AK), kondisi pra kanker kulit.
 Kontraindikasi Obat
  • Pasien dengan penyakit autoimun.
  • Pasien transplantasi organ.
  • Pasien dengan penyakit human papilloma virus (HPV) sebelumnya.
 Sediaan Obat Obat topikal
 Harga Obat Rp3.120.000/1 dus @12 kemasan (12×250 mg)

Harga obat imiquimod mungkin berbeda di setiap apotek. Obat ini dapat dibeli di apotek dengan resep dokter dengan merek dagang lain.

Imiquimod Obat Apa?

Imiquimod adalah obat topikal yang dapat mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk mengatasi beberapa jenis gangguan kulit atau pertumbuhan kulit abnormal. Obat topikal ini digunakan untuk mengobati actinic keratosis (AK), yaitu pertumbuhan pra kanker kulit akibat paparan sinar matahari yang tidak sehat.

Krim ini juga digunakan untuk mengatasi kutil kelamin atau kutil anus/dubur yang terjadi di bagian luar alat kelamin. Obat Imiquimod termasuk dalam kelas obat dermatologis yang juga berperan sebagai antivirus.

Obat ini dapat membantu mengontrol gejala karsinoma sel basal superfisial yang merupakan sejenis kanker kulit. Kondisi ini umumnya terjadi pada kulit bagian leher, tangan, kaki, atau gejala seperti kutil.

Obat ini boleh digunakan untuk anak di atas usia 12 tahun. Obat ini dianggap efektif untuk mencegah pertumbuhan kondisi pra kanker kulit, namun tidak diketahui apakah dapat mencegah penularan kutil atau gangguan kulit ke orang lain.

Merek Dagang Imiquimod

Obat topikal antivirus ini dijual sebagai obat generik dengan nama krim imiquimod. Obat ini juga memiliki merek dagang lain, yaitu:

  • Aldara
  • Imiquad

Obat dermatologis ini mungkin juga dipasarkan dengan merek dagang lain yang belum tercatat dalam informasi ini. Selain itu, harga imiquimod dalam merek lain mungkin lebih mahal dari obat generik.

Fungsi Obat Imiquimod

Obat ini digunakan untuk mengatasi kondisi kulit seperti kutil kelamin dan gangguan kulit terkait pra kanker kulit. Ketahui manfaat imiquimod berikut ini:

1. Kutil Kelamin

Kutil kelamin adalah salah satu penyakit menular seksual dengan gejala rasa gatal, nyeri, ketidaknyamanan, dan sensasi terbakar pada area kelamin. Kutil kelamin disebabkan oleh strain human papillomavirus (HPV), virus yang juga menyebabkan displasia serviks dan kanker.

Pada pria, kutil kelamin muncul di area paha, di dalam atau luar anus, penis, atau skrotum. Pada wanita, biasanya kutil kelamin tumbuh di dalam atau luar vagina, di luar atau dalam anus, atau di leher rahim (serviks). Sementara krim imiquimod hanya digunakan untuk kutil kelamin di bagian luar kelamin.

2. Actinic Keratosis

Actinic keratosis adalah pertumbuhan pra kanker kulit yang terjadi akibat paparan sinar matahari. Gejala actinic keratosis adalah bercak-bercak kecil pada kulit yang umumnya terjadi di leher, kulit kepala, telinga, punggung tangan, wajah, dan bibir. Sebagian besar orang tidak menyadari tanda-tanda kanker kulit ini atau yang juga disebut dengan keratosis ini.

Kondisi ini umumnya berkembang selama bertahun-tahun dan baru muncul pada orang dengan usia di atas 40 tahun. Sementara itu, gejala actinic keratosis dapat diatasi dengan obat imiquimod agar lesi actinic keratosis tidak berkembang menjadi kanker kulit.

3. Karsinoma Sel Basal Superfisial

Karsinoma sel basal superfisial adalah jenis kanker kulit di mana jenis sel tertentu di dalam kulit memproduksi sel kulit baru saat sel lama mati. Gejala karsinoma sel basal adalah benjolan transparan pada kulit yang umumnya terjadi di kulit kepala dan leher.

Penyebab karsinoma sel basal superfisial diduga karena paparan sinar radiasi jangka panjang. Salah satu cara mencegahnya adalah dengan menggunakan tabir surya dan meminimalisir paparan langsung cahaya matahari di siang hari.

Itulah berbagai fungsi obat imiquimod. Obat ini mungkin digunakan untuk indikasi atau gangguan kulit lain yang belum tercantum dalam informasi ini.

Baca Juga: Kanker Kulit: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Peringatan Obat Imiquimod

Harap perhatikan beberapa peringatan penting ini sebelum menggunakan obat topikal untuk kulit ini, sebagai berikut:

  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi terhadap kandungan imiquimod atau obat Aldara.
  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi obat lainnya.
  • Beritahu dokter bila Anda sedang menggunakan krim, obat topikal, perawatan kulit, atau belum sembuh dari operasi lain.
  • Beritahu dokter semua obat termasuk obat topikal lain, suplemen, vitamin, atau herbal lainnya yang sedang Anda gunakan.
  • Gunakan obat sesuai dengan dosis dan jadwal dari dokter.
  • Anda harus melakukan pemeriksaan kulit secara teratur sebelum, selama, dan sesudah menggunakan krim ini.
  • Hindari paparan sinar matahari selama menggunakan perawatan kulit dengan obat ini.
  • Gunakan tabir surya. Konsultasikan pada dokter jenis dan SPF tabir surya yang sesuai dengan kondisi Anda.
  • Segera hubungi dokter bila Anda mengalami reaksi kulit yang mengganggu setelah menggunakan krim ini.
  • Konsultasikan lagi pada dokter apakah obat ini aman digunakan pada kondisi hamil, menyusui, atau bila Anda sedang merencanakan kehamilan.
  • Obat ini hanya boleh digunakan untuk orang di atas usia 12 tahun.

Beberapa hal lain yang harus Anda hindari selama Anda menggunakan obat ini, termasuk:

  • Jangan berenang.
  • Jangan mandi atau membasuh area kulit yang baru dioleskan krim ini.
  • Jangan terpapar sinar matahari langsung.
  • Jangan menggunakan krim ini pada luka bakar terbuka atau area kulit yang belum sembuh dari operasi.
  • Jangan menggunakan krim ini di area mulut, hidung, atau mata.
  • Obat ini tidak melindungi Anda dari penyakit menular seksual lainnya.
  • Jangan menggunakan obat ini tanpa pemeriksaan kulit sebelumnya atau tanpa resep dokter.
  • Jangan berbagi obat ini dengan orang lain walau dengan indikasi yang sama.

Selain itu, konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat kulit ini apabila Anda memiliki riwayat:

  • Penyakit autoimun.
  • Transplantasi organ.
  • Tidak digunakan untuk penyakit virus human papilloma pada manusia uretra, intravaginal, serviks, dubur, atau intra-anal.

Itulah beberapa peringatan penting sebelum dan selama Anda menggunakan obat topikal untuk gangguan kulit ini. Selebihnya, konsultasi pada dokter tentang semua hal yang harus Anda ketahui sebelum menggunakan obat ini.

Interaksi Obat Imiquimod

Interaksi obat adalah reaksi yang mungkin muncul bila Anda menggunakan lebih dari satu obat sembarangan. Reaksi tersebut dapat melemahkan atau meningkatkan kedua atau salah satu obat. Interaksi obat juga mungkin terjadi bila Anda menggunakan dua obat topikal termasuk krim atau salep secara bersamaan di area kulit yang sama.

Berikut ini kemungkinan interaksi obat imiquimod bila digunakan bersama dengan obat lain seperti:

  • Asam aminolevulinic
  • Asam aminolevulinic topikal
  • Methoxsalen
  • Metil aminolevulinat topikal
  • Verteporfin

Obat ini juga akan berinteraksi dengan penyakit eksim dan kondisi terbakar sinar matahari. Sebaiknya, tidak menggunakan dua obat atau lebih sembarangan kecuali dengan petunjuk dokter.

Baca Juga: Ciri-Ciri Kanker Kulit Berdasarkan Jenisnya

Efek Samping Imiquimod

Berikut ini beberapa efek samping imiquimod yang mungkin terjadi:

  • Batuk
  • Bersin
  • Nyeri tubuh
  • Gatal
  • Panas dingin
  • Telinga tersumbat
  • Hidung tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Kulit merah
  • Ruam kulit
  • Kulit melepuh
  • Kesulitan bernapas
  • Kelelahan ekstrim

Efek samping lainnya yang mungkin terjadi namun jarang, termasuk:

  • Nyeri perut
  • Nyeri kaki, lutut, dan sendi
  • Nyeri dada
  • Suara serak
  • Gugup
  • Sulit berkemih
  • Gangguan penglihatan
  • Detak jantung tidak teratur
  • Kelenjar getah bening yang bengkak, nyeri, atau lunak di leher, ketiak, atau selangkangan

Daftar efek samping tersebut mencantumkan semua efek samping lainnya yang mungkin terjadi. Setiap orang mungkin mengalami reaksi berbeda pada setiap obat. Segera hubungi dokter bila Anda mengalami efek samping serius.

Dosis Obat Imiquimod

Dosis setiap orang berbeda-beda tergantung pada:

  • Usia
  • Jenis kelamin
  • Tingkat keparahan penyakit
  • Kondisi kesehatan saat ini
  • Reaksi tubuh pada dosis pertama

Berikut ini adalah informasi tentang dosis imiquimod:

1. Mengatasi Kutil Kelamin atau Kutil Perianal

  • Krim Imiquimod 3,75% untuk Dewasa: Oleskan tipis-tipis dan merata ke area kulit sebanyak sekali sehari. Total perawatan selama 8 minggu.
  • Krim 5% untuk Dewasa: Oleskan krim tipis-tipis secara merata 3 kali seminggu selama 16 minggu.

Apabila Anda menggunakan obat ini untuk mengatasi kutil kelamin, perhatikan beberapa hal ini, termasuk:

  • Obat ini tidak menyembuhkan kutil kelamin, namun mengontrol gejalanya.
  • Kutil kelamin baru mungkin tetap muncul selama Anda menggunakan krim kulit ini.
  • Kondom tampaknya tidak akan berfungsi dengan baik bila digunakan dalam kondisi kutil kelamin.
  • Anda mungkin menggunakan alat kontrasepsi lain selama melakukan perawatan kutil kelamin dengan krim ini.
  • Sebaiknya, tidak melakukan aktivitas seksual apapun selama kutil kelamin belum sembuh.

2. Mengatasi Karsinoma Sel Basal Superfisial

Oleskan krim 5% 5 kali seminggu sebelum tidur selama 6 minggu. Membutuhkan waktu hingga 12 minggu setelah menyelesaikan perawatan untuk menilai respon obat tersebut.

3. Actinic Keratosis

  • Sebagai 2,5% atau 3,75% Krim: Oleskan ke kulit sekali sehari setiap sebelum tidur selama 2 minggu.
  • Sebagai Krim 5%: Oleskan ke kulit 3 kali seminggu sebelum tidur selama 4 minggu. Ulangi perawatan selama 4 minggu lagi dengan interval 4 minggu.

Informasi ini tidak menggantikan resep dari dokter. Sebaiknya konsultasi dengan dokter tentang dosis imiquimod yang sesuai dengan kondisi Anda.

Cara Pakai Imiquimod

Berikut ini cara pakai krim imiquimod:

  • Ikuti sesuai dengan petunjuk penggunaan pada resep dokter.
  • Obat topikal hanya digunakan untuk pemakaian di kulit.
  • Jangan menggunakan obat topikal ini terlalu banyak atau terlalu lama karena akan meningkatkan risiko efek samping.
  • Cuci tangan sebelum mengoleskan krim ini.
  • Aplikasikan krim ini dengan tangan yang bersih dan kering.
  • Oleskan krim tipis-tipis dan merata.
  • Gunakan sebelum tidur agar obat dapat menyerap selama 8 jam.
  • Bersihkan kulit di pagi harinya.
  • Jangan tutupi kulit yang baru diolesi krim dengan perban atau plester lainnya.
  • Gunakan celana berbahan katun selama Anda mengobati kutil kelamin dengan krim ini.

Tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda jika Anda tidak memahami instruksi ini. Gunakan obat apapun sesuai dengan resep dokter untuk memaksimalkan kinerja obat dan mengurangi risiko efek samping yang mungkin terjadi.

Petunjuk Penyimpanan Imiquimod

Jangan menyimpan obat sembarangan karena akan merusak kandungan obat dan mengurangi kinerja obat. Ikuti petunjuk penyimpanan obat yang benar, sebagai berikut:

  • Jangan menyimpan obat di tempat yang panas, lembap, berair, atau terpapar matahari langsung.
  • Simpan obat-obatan di tempat yang kering dan sejuk dengan suhu 20°C-25°C.
  • Jangan menyimpan obat di dalam kulkas, dekat kompor, wastafel, atau tempat yang terlalu panas.
  • Sebaiknya simpan obat di kotak P3K khusus.
  • Bila tidak ada, simpan obat di laci atau tempat yang tertutup rapat.
  • Simpan obat pada wadah aslinya.
  • Jangan lupa tutup rapat obat topikal, obat cair, dan obat lainnya.
  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan membuang obat sembarangan karena akan mencemari lingkungan.
  • Tanyakan apoteker Anda tentang instruksi penyimpanan obat yang lebih spesifik.

Itulah pembahasan lengkap tentang imiquimod obat apa. Manfaat imiquimod adalah untuk mengatasi beberapa gangguan kulit seperti kutil kelamin dan mencegah risiko pertumbuhan kanker kulit. Informasi ini tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Gunakan obat ini sesuai dengan petunjuk penggunaan dan resep dokter. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

  1. Cherney, Kristeen. 2020. Genital Warts. https://www.healthline.com/health/std/genital-warts. (Diakses pada 27 Juni 2020).
  2. Mayo Clinic. 2020. Basal cell carcinoma. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/basal-cell-carcinoma/symptoms-causes/syc-20354187. (Diakses pada 27 Juni 2020).
  3. Mayo Clinic. 2020. Actinic keratosis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/actinic-keratosis/symptoms-causes/syc-20354969#:~:text=An%20actinic%20keratosis%20(ak%2DTIN,%2C%20forearms%2C%20scalp%20or%20neck. (Diakses pada 27 Juni 2020).
  4. MIMS. 2020. Imiquimod. https://www.mims.com//philippines/drug/info/imiquimod?mtype=generic. (Diakses pada 27 Juni 2020).
  5. Multum, Cerner. 2020. Imiquimod topical. https://www.drugs.com/mtm/imiquimod-topical.html. (Diakses pada 27 Juni 2020).
  6. WebMD. 2020. Imiquimod Cream In Metered-Dose Pump. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1191-1350/imiquimod-topical/imiquimod-3-75-topical/details. (Diakses pada 27 Juni 2020).

Itulah tadi informasi mengenai Imiquimod: Fungsi, Dosis, Efek Samping, Harga, dll oleh - jasahomecare.site dan sekianlah artikel dari kami jasahomecare.site, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website jasahomecare.site, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar 11 Manfaat Jus Seledri dan Cara Membuatnya di Rumah oleh - jasahomecare.site, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Terdapat berbagai manfaat jus seledri yang berguna bagi kesehatan. Meski bermanfaat, sebagian besar orang menganggap tanaman dari keluarga Apiaceae ini hanya sebagai pelengkap makanan saja. Apa saja khasiat jus seledri yang bisa didapatkan tubuh? Bagaimana cara membuat jus seledri yang enak? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

manfaat-jus-seledri-doktersehat

Kandungan Seledri

Sebelum menjelaskan mengenai manfaat jus seledri, hal penting yang harus diketahui adalah kandungan apa saja yang ada di dalamnya. Berikut adalah berbagai kandungan yang ada di dalamnya, antara lain:

  • Kalori
  • Lemak
  • Sodium
  • Karbohidrat
  • Serat
  • Gula
  • Protein

Selain beberapa kandungan seperti di atas, khasiat jus seledri juga dipengaruhi oleh kandungan kalium, folat, kolin, vitamin A, vitamin K, vitamin C, vitamin E, dan fluoride alami yang ada di dalam seledri.

Manfaat Jus Seledri bagi Kesehatan

Karena tanaman ini sering kali hanya digunakan sebagai pelengkap makanan, banyak orang tidak menganggapnya sebagai asupan penting. Padahal, dengan berbagai kandungan yang ada di dalam seledri, hal itu menjadikannya sebagai tanaman penting dalam mendukung kesehatan tubuh.

Berikut ini adalah berbagai manfaat jus seledri yang bisa Anda dapatkan, di antaranya:

1. Menurunkan Risiko Kanker

Seledri mengandung senyawa tanaman yang disebut apigenin, senyawa yang memiliki fungsi sebagai antiinflamasi, antibakteri, antivirus, dan antioksidan. Menurut sebuah penelitian, apigenin dapat berkontribusi pada apoptosis, sejenis kematian sel terprogram yang dapat menjadikannya bermanfaat sebagai pengobatan kanker.

Selain itu, manfaat jus seledri juga dipengaruhi oleh salah satu senyawa golongan flavonoid yang disebut luteolin. Luteolin mungkin memiliki sifat antikanker sehingga dapat membantu mencegah penyebaran sel kanker dan menyebabkan kematian sel.

2. Membantu Menjaga Tekanan darah

Manfaat jus seledri lainnya yang bisa didapatkan tubuh adalah kemampuannya untuk menjaga tekanan darah tetap stabil. Sebuah studi mengungkapkan, seledri juga merupakan sumber serat yang baik.

Seseorang dengan asupan serat tinggi mungkin memiliki tekanan darah lebih rendah daripada mereka yang diet serat rendah. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi temuan  dan untuk mengidentifikasi dampak yang tepat dari berbagai jenis serat.

3. Menurunkan Risiko Hiperlipidemia

Hiperlipidemia adalah kondisi yang mengacu pada pada peningkatan molekul lemak dalam darah. Sering kali kondisi ini tidak memiliki gejala, tetapi bisa meningkatkan risiko penyakit jangka panjang seperti stroke dan penyakit jantung.

Sebuah studi mengungkapkan, ekstrak seledri mengurangi kadar low density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat pada tubuh. Meski begitu penelitian baru dilakukan pada tikus yang mengonsumsi makanan tinggi lemak.

4. Mencegah Neurogenesis

Neurogenesis adalah proses produksi sel-sel sistem saraf neuron oleh sel-sel punca saraf. Kandungan apigenin yang ada di dalamnya dapat merangsang neurogenesis.

Sebuah studi mengungkapkan, pemberian senyawa apigenin dapat merangsang regenerasi sel saraf dan meningkatkan kemampuan untuk mengingat. Namun penelitian lebih lanjut masih harus dilakukan untuk mengonfirmasi efeknya pada manusia.

5. Memperkuat Tulang

Khasiat jus seledri berikutnya yang jarang disadari adalah kemampuannya untuk menjaga kesehatan tulang. Seiring bertambahnya usia, penting untuk mengetahui asupan apa saja yang bisa membuat tulang tetap kuat.

Agar mendapatkan hasil yang maksimal, konsumsi asupan yang mengandung vitamin K harus dibarengi dengan asupan yang mengandung vitamin D untuk mencegah patah tulang dan meningkatkan kesehatan pembuluh darah pada orang dengan gagal ginjal.

6. Membantu Menurunkan Berat Badan

Manfaat jus seledri berikut ini berguna bagi Anda yang sedang menjalankan program penurunan berat badan. Seledri mengandung serat makanan yang dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama.

Sebuah studi menunjukkan, dengan menambahkan lebih banyak serat ke dalam diet, hal itu dapat menjadi komponen penting dari penurunan berat badan.

7. Mengurangi Peradangan Kronis pada Tubuh

Seledri kaya akan antioksidan fitonutrien yang mengandung sifat antiinflamasi. Fitonutrien seledri meliputi: phenolic acids, flavones seperti luteolin, flavonols seperti quercetin/kaempferol, dihydrostilbenoids, phytosterols, dan furanocoumarins.

Gangguan autoimun seperti lupus/rheumatoid arthritis, asma, penyakit radang usus, dan penyakit Crohn adalah beberapa penyakit yang disebabkan oleh peradangan kronis. Gangguan yang kurang jelas dipengaruhi oleh peradangan kronis mungkin termasuk penyakit kardiovaskular dan kanker.

Sebuah penelitian mengungkapkan, manfaat jus seledri dan ekstrak seledri dapat membantu mengurangi aktivitas tumor necrosis factor alpha (TNF-A) dan nuclear factor kappa B (NF-KB), protein yang terkait dengan masalah peradangan.

Studi lain mengatakan bahwa luteolin dalam seledri mungkin dapat menghambat produksi COX-2, suatu enzim yang memicu peradangan.

8. Membantu Menghidrasi Tubuh

Seledri mengandung sekitar 95 persen air, kondisi ini bisa membuatnya menjadi cara yang baik untuk menjaga kadar cairan tubuh. Karena kandungan airnya yang tinggi, manfaat jus seledri dipercaya mampu mencegah dehidrasi.

9. Menjaga Kadar Gula Darah

Manfaat jus seledri berikut berguna bagi penderita diabetes karena kemampuannya untuk mengurangi kadar gula darah, khususnya orang lanjut usia dengan prediabetes.

Flavonoid dalam seledri bersifat protektif terhadap kerusakan oksidatif pada sel beta pankreas. Sel-sel ini bertanggung jawab untuk memproduksi insulin dan mengatur kadar glukosa.

Seledri juga kaya quercetin, antioksidan kuat yang meningkatkan penyerapan glukosa di hati dan menstimulasi sekresi insulin untuk membantu menjaga diabetes agar tidak berkembang.

10. Melindungi Penglihatan

Vitamin dalam seledri adalah antioksidan kuat yang membantu mencegah degenerasi makula terkait usia, penyebab umum hilangnya penglihatan. Selain dengan vitamin E dan C, seledri menyediakan dua bentuk vitamin A yang berhubungan dengan penglihatan yang lebih baik.

Lutein dan zeaxanthin adalah karotenoid khusus yang memberikan perlindungan pada retina.

11. Mengurangi Risiko Cacat Lahir

Manfaat jus seledri yang terakhir adalah mengurangi risiko terjadinya cacat lahir. Hal itu dikarenakan kandungan folat di dalam seledri adalah sesuatu yang sangat penting selama tahap awal perkembangan janin. Mengonsumsi sayuran hijau seperti seledri dapat membantu memasok folat yang dibutuhkan untuk kehamilan yang sehat.

Cara Membuat Jus Seledri

Setelah Anda mengetahui berbagai manfaat jus seledri seperti di atas, semua orang tahu bahwa seledri memiliki rasa unik sehingga tidak semua orang dapat dengan nyaman meminumnya. Berikut adalah resep jus seledri enak yang bisa Anda coba:

Alat dan Bahan:

  • Pisau
  • Talenan
  • Blender
  • Gelas
  • 1-2 ikat seledri
  • 1 buah nanas kecil
  • 1/2 biji jeruk nipis
  • 150-200 ml air matang

Cara Membuat

  • Cuci bersih seledri, nanas, dan jeruk nipis
  • Potong batang pangkal batang dan daunnya
  • Setelah dipotong-potong masukan ke blender
  • Setelah memasukan semua seledri ke blender berikan air perasan jeruk nipis, potongan nanas, dan air secukupnya
  • Blender semua bahan tersebut hingga halus
  • Sebelum dituang ke dalam gelas, Anda harus menggunakan penyaring terlebih dahulu
  • Jus seledri siap dihidangkan

 

  1. Barrie, Leslie. 2019. 5 Potential Benefits of Celery Juice. https://www.everydayhealth.com/diet-nutrition/what-are-benefits-celery-juice/. (Diakses pada 22 Juni 2020).
  2. Brazier, Yvette. 2019. Health benefits and risks of celery. https://www.medicalnewstoday.com/articles/270678#benefits. (Diakses pada 22 Juni 2020).
  3. Cervoni, Barbie. 2020. Celery Nutrition Facts and Health Benefits. https://www.verywellfit.com/celery-nutrition-facts-calories-and-their-health-benefits-4115076. (Diakses pada 22 Juni 2020).
  4. Szalay, Jessie. 2015. Celery: Health Benefits & Nutrition Facts. https://www.livescience.com/50640-celery-nutrition.html. (Diakses pada 22 Juni 2020).

Itulah tadi informasi mengenai 11 Manfaat Jus Seledri dan Cara Membuatnya di Rumah oleh - jasahomecare.site dan sekianlah artikel dari kami jasahomecare.site, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.