Halo sahabat selamat datang di website jasahomecare.site, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Begini Pengaruh Kesehatan terhadap Kebahagiaan Anak, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Hidup yang sehat merupakan kunci hidup yang bahagia. Tanpa kesehatan, hal yang dapat dilakukan oleh manusia menjadi terbatas. Kesehatan merupakan harta berharga yang harus dijaga sejak dini. Maka dari itu, cari tahu hubungan antara kesehatan dan kebahagiaan supaya dapat menyiapkan masa depan yang lebih baik untuk anak Anda.

Kaitan kesehatan terhadap kebahagiaan seorang anak

Studi berjudul The Gut-Brain Axis: Interactions Between Enteric Microbiota, Central and Enteric Nervous Systems menyatakan ada komunikasi antara otak dengan usus. Konsep tersebut menimbulkan korelasi antara kesehatan dan kebahagiaan anak. Interaksi antara sisi kognitif dan emosional otak dengan sistem pencernaan terjadi karena komunikasi dua arah antara sistem saraf pusat dan sistem saraf enterik—si pengendali sistem pencernaan. Hubungan ini diperantarai oleh mikrobiota usus. Jumlah mikrobiota usus (disbiosis) yang tidak seimbang berkaitan dengan kondisi kesehatan, seperti:

Dampaknya akan mempengaruhi performa anak dalam aktivitas sehari-hari. Ambil contoh ketika anak memiliki mikrobiota usus yang kurang seimbang sehingga mereka rentan mengalami masalah pencernaan, seperti si kecil mendadak mengalami perut melilit saat sedang ujian.

Selain itu, keseimbangan mikrobiota usus memiliki efek positif terhadap kepercayaan diri seseorang.Koneksi antara otak dan usus juga dijelaskan oleh Jay Parischa, M.D, Dokter dan Direktur Johns Hopkins Center for Neurogastroenterology. Dokter Jay Parischa menyatakan, sistem saraf enterik merupakan otak kedua di dalam tubuh. Dengan begitu, kesehatan sistem pencernaan dapat memengaruhi kebahagiaan.

Contohnya, iritasi pada sistem pencernaan yang sering terjadi di awal kehidupan meningkatkan risiko kerentanan terhadap gejala depresi dan gangguan kecemasan di kehidupan kelak, seperti yang tertuang di studi Transient Gastric Irritation in the Neonatal Rats Leads to Changes in Hypothalamic Crf Expression, Depression- and Anxiety-Like Behavior as Adults. Studi lain, dengan anak-anak sebagai pesertanya, juga menyimpulkan bahwa anak-anak dengan masalah perut cenderung berisiko menunjukkan gejala depresi dan gangguan kecemasan.

Hubungan nutrisi, kesehatan dan kebahagiaan anak

vegetarian anak

Selanjutnya, masalah nutrisi juga mampu memicu masalah kesehatan dan kebahagiaan anak. Kajian Relationship Between Diet and Mental Health in Children and Adolescents: A Systematic Review menemukan tren konsisten, yaitu anak dengan pola makan sehat dan bervariasi cenderung lebih bahagia. Di sisi lain, kualitas asupan nutrisi yang buruk erat dengan gejala attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) dan gejala-gejala lainnya yang diakibatkan oleh kesehatan mental yang buruk.

Maka dari itu, penting untuk memenuhi isi piring makanan anak dengan beragam asupan gizi yang cukup. Tujuannya untuk mendukung kesehatan dan kebahagiaan anak. Contohnya adalah dalam satu kali porsi makan anak, ibu memasukkan ikan sebagai sumber protein, nasi sebagai karbohidrat, sayuran untuk memenuhi ragam jenis nutrisi yang dibutuhkan, susu, dan buah.

Sederhananya, raga yang bugar memengaruhi emosi dan kebahagiaan. Begitu juga sebaliknya, ketenangan pikiran membuat fisik menjadi kuat. Simak detailnya di bawah ini.

Menjaga kesehatan sejak dini untuk masa depan anak

susu untuk anak

Tahukah Anda bahwa anak-anak dapat menunjukkan gejala gangguan kecemasan? Sebuah studi membuktikan hal tersebut bahkan sejak anak berusia 6 tahun. Gangguan tersebut dapat memicu masalah kesehatan meliputi sakit kepala, diare, dan sakit perut. Oleh sebab itu, jaga kesehatan anak sedari dini untuk kebahagiaannya.

Cara menjaga kesehatan dapat dimulai dari dapur rumah, yakni dengan memberikan asupan nutrisi terbaik untuk anak. Salah satunya adalah menyajikan pola makan bernutrisi dan sehat. Contoh menu yang dapat dicoba berupa nasi tim dengan kaldu ayam, tahu, bakso, dan sawi atau semangkuk sup kacang merah berisi sayuran dan daging.

Tak lupa pula untuk menyediakan makanan yang bervariasi sebagai upaya memberikan nutrisi yang terbaik untuk anak. Misalnya, dengan menyediakan sumber protein yang berbeda-beda setiap harinya, tidak hanya ikan atau daging ayam. Lalu mengenalkan makanan pokok sebagai sumber energi tidak hanya nasi, tetapi juga dapat berupa roti atau pasta.

Pastikan juga kebutuhan vitamin dan mineral anak terpenuhi dengan konsumsi sayuran dan buah-buahan. Makan makanan kaya vitamin dan mineral baik untuk tubuh anak, seperti menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Konsumsi probiotik pun berperan penting untuk saluran pencernaanyang sehat. Sebut saja, anak yang bebas dari masalah di saluran pencernaan memiliki suasana hati yang lebih riang. Di sisi lain, masalah perut membuat anak berpeluang menunjukkan tanda gangguan kecemasan dan depresi.

Asam lemak esensial (omega-3 dan omega-6) dan komponennya, seperti DHA, terbukti membantu perkembangan otak anak dan mengurangi risiko anak menunjukkan gejala ADHD. Lengkapi kebutuhan gizi anak dengan memberikan asupan susu.

Orangtua dapat memilih susu dengan kandungan protein whey dengan probiotik dan prebiotik yang dapat menjaga kesehatan saluran cerna. Selain itu, dapat memilih vitamin dan mineral lainnya yang membantu perkembangan dan kekuatan daya tahan tubuh anak.

Singkat kata, sesuai dengan penelitian yang dibahas sebelumnya, diet sehat kaya nutrisi akan berdampak positif terhadap kesehatan dan kualitas kebahagiaan anak.

Itulah tadi informasi mengenai Begini Pengaruh Kesehatan terhadap Kebahagiaan Anak dan sekianlah artikel dari kami jasahomecare.site, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website jasahomecare.site, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Bolehkah Berhubungan Seks Saat Kena Infeksi Saluran Kemih? oleh - jasahomecare.site, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Infeksi saluran kemih adalah salah satu penyakit yang banyak terjadi pada wanita. Namun, laki-laki juga bisa mengalaminya. Penyakit ini menimbulkan gejala berupa nyeri saat buang air kecil, bau urine menyengat, serta warna urine keruh atau kadang berdarah.

Jika Anda atau pasangan mengalaminya, mungkin muncul keraguan antara berhenti dan tetap melanjutkan berhubungan seks. Lantas, apakah boleh berhubungan seks saat menderita penyakit infeksi saluran kemih atau harus disetop dulu? Berikut penjelasannya.

Haruskah berhenti berhubungan seks saat infeksi saluran kencing?

cara memuaskan istri

Penyebab infeksi saluran kencing adalah infeksi bakteri yang menyerang saluran kemih. Hal ini menimbulkan gejala seperti nyeri saat buang air kecil, urinasi yang jadi lebih sering, anyang-anyangan, urine berwarna keruh atau bahkan berdarah. Beberapa orang juga mengalami gejala berupa demam serta mual dan muntah.

Penyakit ini lebih rentan menyerang wanita, terutama bagi mereka yang aktif berhubungan seksual. Sebabnya, uretra (saluran yang mengeluarkan urine dari kandung kemih) pada tubuh wanita lebih pendek daripada pria. Selain itu, posisi vagina juga berada sangat dekat dengan kandung kemih, membuatnya rentan dimasuki oleh bakteri.

Perlu diketahui, seks bisa menjadi awal mula terjadinya infeksi pada saluran kemih. Berhubungan seks dapat membuat gejala infeksi saluran kencing semakin parah.

Pasalnya, seks dapat mendorong bakteri yang ada di sekitar vagina masuk lebih jauh ke dalam tubuh melalui penetrasi sehingga hal ini akan membuat bakteri tinggal dan menempel di lapisan kandung kemih, lalu tumbuh dan berkembang biak di sana.

Lantas jika telah terjadi, pertanyaan selanjutnya adalah amankah hubungan seks yang dilakukan saat terkena infeksi saluran kemih.

Sebetulnya, Anda boleh-boleh saja berhubungan seks dengan pasangan meski saat Anda menderita infeksi saluran kencing. Namun, alangkah lebih baik jika Anda setop dulu berhubungan seks untuk sementara waktu.

Saat berhubungan seksual, semua benda yang masuk ke dalam vagina baik itu jari, mainan seks, maupun penis dapat memberikan tekanan berlebih pada organ saluran kencing. Akibatnya, kandung kemih akan semakin tergencet dan memicu rasa sakit saat berhubungan seksual.

Apakah infeksi saluran kencing bisa menular ke pasangan?

anal seks

Kabar baiknya, bercinta dengan pasangan yang terkena infeksi saluran kencing tidak menular. Penyakit ini tidak sama dengan penyakit kelamin menular seksual lain. Anda juga tidak akan tertular infeksi saluran kemih setelah menggunakan dudukan toilet yang sama.

Namun, perlu diingat bahwa memaksakan berhubungan seksual dapat memperparah gejala infeksi. Penetrasi akan memberi tekanan pada saluran kemih yang mungkin akan membuat Anda merasa tak nyaman.

Jadi, sebaiknya buatlah kesepakatan dengan pasangan untuk menunda berhubungan seks sampai infeksi pada saluran kemih Anda menghilang dan area yang terkena dampaknya sembuh.

Tips aman berhubungan seks saat menderita infeksi saluran kemih

efek vasektomi pada seks

Saat Anda didiagnosis terkena infeksi saluran kemih, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik untuk membantu mengobati infeksi saluran kemih yang Anda atau pasangan alami.

Dokter juga biasanya akan memberikan beberapa pantangan makanan dan minuman yang baiknya Anda hindari untuk memperlancar pemulihan. Dalam hal ini, berhubungan seks bisa menjadi salah satu hal yang disarankan untuk tidak dilakukan.

Pengobatan infeksi saluran kencing biasanya membutuhkan waktu sekitar satu sampai dua minggu sampai gejalanya mereda dan sembuh total. Setelah itu, barulah Anda dan pasangan boleh kembali berhubungan intim seperti biasanya.

Namun, jika Anda memutuskan ingin tetap berhubungan seks meski sedang terinfeksi, lakukan kiat-kiat berikut supaya lebih aman.

  1. Perhatikan gejala infeksi. Jika Anda tiba-tiba ingin buang air kecil, segera hentikan aktivitas seksual. Pasalnya, menahan buang air kecil dapat menekan kandung kemih sehingga memperparah gejala infeksi.
  2. Buang air kecil sebelum dan sesudah berhubungan intim. Ini bermanfaat untuk membasuh bakteri yang terdapat di uretra Anda atau pasangan. Dengan demikian, risiko infeksi bisa diminimalisir.
  3. Hindari seks oral dan seks anal. Dua aktivitas seksual ini dapat memindahkan bakteri dari vagina ke anus dan mulut atau sebaliknya. Akibatnya, risiko penyebaran bakteri akan lebih besar dan meluas.
  4. Segera bersihkan diri setelah berhubungan seks. Terutama pada area genital, bersihkan dengan cara membasuh tangan dari depan ke belakang (vagina ke anus) agar bakteri dari anus tidak terbawa ke depan dan memperburuk infeksi.
  5. Rutin periksa ke dokter. Lakukan pemeriksaan berkala untuk tahu perkembangan infeksi saluran kemih Anda atau pasangan. Tanyakan pada dokter kapan waktu terbaik bisa kembali berhubungan seksual setelah dinyatakan sembuh.

Itulah tadi informasi mengenai Bolehkah Berhubungan Seks Saat Kena Infeksi Saluran Kemih? oleh - jasahomecare.site dan sekianlah artikel dari kami jasahomecare.site, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website jasahomecare.site, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Impaksi Gigi Bungsu: Ciri-Ciri, Penyebab, Pengobatan, dll oleh - jasahomecare.site, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Impaksi gigi bungsu adalah suatu kondisi yang kerap dikeluhkan banyak orang. Lantas, apa itu impaksi gigi bungsu? Ketahui selengkapnya mengenai masalah gigi yang satu ini mulai dari ciri-ciri, penyebab, hingga pengobatannya.

impaksi-gigi-bungsu-doktersehat

Apa Itu Impaksi Gigi Bungsu?

Impaksi gigi bungsu adalah kondisi ketika gigi bungsu (gigi geraham ketiga) tidak tumbuh sebagaimana mestinya karena ketidakmampuan untuk menembus gusi. Gigi bungsu sendiri merupakan gigi yang idealnya baru tumbuh ketika seseorang berusia antara 17-25 tahun.

Akan tetapi, ada kasus di mana gigi bungsu tersebut gagal untuk tumbuh secara sempurna. Gagal sempurna di sini maksudnya gigi yang tumbuh bisa jadi miring atau bahkan tidak sepenuhnya muncul karena sisanya tetap berada di dalam gusi. Nah, inilah yang disebut sebagai impaksi gigi bungsu.

Pada beberapa orang, impaksi yang terjadi tergolong aman dan tidak menimbulkan masalah berarti di kemudian hari. Akan tetapi, ada juga pengidap impaksi yang harus terganggu aktivitasnya dikarenakan timbulnya rasa nyeri pada gigi yang mengalami impaksi tersebut.

Ciri dan Gejala Impaksi Gigi Bungsu

Ciri-ciri impaksi yang terjadi pada gigi bungsu yakni bisa dilihat dari kondisi fisik dari gigi itu sendiri yang tampak miring atau tidak tumbuh secara penuh. Tidak ada gejala lainnya yang menyertai kondisi ini apabila kasusnya terbilang ringan.

Sayangnya, impaksi bisa saja menimbulkan masalah pada gigi seperti gigi rusak atau bahkan infeksi. Jika sudah begini, maka Anda mungkin akan merasakan gejala-gejala berikut ini:

  • Gusi bengkak dan memerah
  • Gusi berdarah dan jadi lebih lunak
  • Nyeri pada rahang
  • Pembengkakan di sekitar rahang
  • Bau mulut
  • Mulut terasa tidak enak
  • Kesulitan membuka mulut

Selain itu, mungkin masih ada lagi gejala lainnya yang akan Anda rasakan apabila kondisi ini sudah sampai menimbulkan komplikasi. Jangan ragu untuk segera periksakan diri ke dokter dan menceritakan mengenai kondisi yang dialami sehingga bisa segera dicarikan solusinya.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Segera periksakan diri Anda ke dokter apabila menemukan indikasi gigi bungsu tidak tumbuh sebagaimana mestinya, pun disertai dengan gejala-gejala yang tadi sudah disebutkan. Pemeriksaan dan penanganan medis diperlukan untuk menangani masalah ini sebelum berkembang menjadi lebih serius.

Penyebab Impaksi Gigi Bungsu

Penyebab impaksi gigi bungsu adalah karena tidak adanya ruang yang cukup bagi gigi tersebut untuk tumbuh. Lantas, bagaimana bisa individu tersebut tidak memiliki ruang yang cukup sementara individu yang lainnya tidak demikian?

Menurut seorang ahli bedah mulut dari Harvard School of Dental Medicine yakni Thomas Dodson, DMD, MPH, hal ini tidak lepas dari bentuk rahang yang dimiliki oleh tiap-tiap orang. Ada beberapa orang yang terlahir dengan bentuk rahang yang bisa dibilang kurang ideal. Terlalu kecil, misalnya.

Nah, bentuk rahang yang seperti ini lantas tidak diimbangi dengan ukuran gigi bungsuâ€"dalam hal iniâ€"gigi bungsu berukuran besar. Akibatnya, gigi tersebut tidak dapat menembus gusi. Alih-alih demikian, yang terjadi adalah gigi terjebak di dalam gusi hingga berujung pada rasa sakit.

Penyebab lainnya dari kondisi ini yakni karena ruang di dalam mulut sudah tidak cukup lagi untuk menampung gigi baru, mengingat gigi bungsu baru tumbuh saat seseorang berusia remaja. Alhasil, gigi harus berdesakan dengan gigi lainnya yang sudah lebih dulu tumbuh. Maka tak heran, gigi bungsu jadi tidak bisa keluar seutuhnya.

Faktor Risiko Impaksi Gigi Bungsu

Selain itu, impaksi gigi bungsu juga kemungkinan memiliki faktor risiko yaitu keturunan (genetik). Ya, seseorang yang anggota keluarganya ada yang mengalami kondisi ini diklaim berpotensi mengalami hal yang sama. Kendati demikian, perlu dilakukan studi lebih lanjut guna memastikannya.

Diagnosis Impaksi Gigi Bungsu

Diagnosis dilakukan untuk memastikan seberapa parah impaksi yang dialami oleh pasien sekaligus mencari tahu apakah kondisi ini telah menyebabkan komplikasi kesehatan lainnya yang lebih serius. Dengan demikian, langkah penanganan bisa segera dilakukan sebelum bertambah buruk.

Diagnosis kasus impaksi gigi geraham ketiga meliputi 3 (tiga) tahapan pemeriksaan yaitu anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.

1. Anamnesis

Pertama-tama, dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan kepada pasien seputar keluhan yang dialami.

  • Gejala apa saja yang dirasakan?
  • Sudah berapa lama kondisi ini berlangsung?
  • Apakah ada anggota keluarga dengan riwayat kondisi yang sama?

2. Pemeriksaan Fisik

Selanjutnya, dokter akan memeriksa kondisi gigi bungsu pasien untuk analisis lebih lanjut. Tak hanya itu, dokter juga akan memantau apakah ada gejala-gejala yang mengindikasikan jika impaksi telah menyebabkan masalah gigi lainnya seperti perdarahan gusi, bau mulut, dan gejala terkait lainnya.

Melalui pemeriksaan fisik, dokter mungkin sudah bisa menentukan apakah kondisi ini perlu ditangani secara khusus atau pasien hanya perlu menerapkan protokol kesehatan guna menjaga agar gigi tetap sehat.

3. Pemeriksaan Penunjang

Pada kasus tertentu, dokter mungkin juga akan menerapkan prosedur pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang bisa dengan menggunakan medium X-Ray.

Melalui X-Ray, dokter bisa melihat jika ada kerusakan yang terjadi pada gigi. Jika ada, seberapa parah kerusakan tersebut akan menentukan apakah pasien harus menjalani operasi gigi atau tidak.

Pengobatan Impaksi Gigi Bungsu

Pengobatan impaksi gigi bungsu tergantung dari seberapa parah kondisinya. Berikut adalah penjelasan mengenai cara mengobati impaksi yang perlu Anda ketahui.

1. Pengobatan Mandiri

Pada kasus yang terbilang ringan, dokter mungkin tidak akan menerapkan prosedur medis khusus untuk mengatasi masalah ini dan hanya memberikan obat-obatan pereda nyeri. Selain itu, Anda juga bisa melakukan cara-cara alami berikut ini:

  • Berkumur dengan air hangat yang telah dicampur dengan garam (untuk mengatasi peradangan dan rasa nyeri).
  • Berkumur dengan cairan pembersih mulut (mouthwash) dengan kandungan bahan seperti chlorhexidine.
  • Mengonsumsi obat antibiotik (apabila terjadi infeksi).

2. Tindakan Medis

Apabila kondisi gigi memang abnormal dan dikhawatirkan akan berujung pada masalah kesehatan lainnya di kemudian hari, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan cabut gigi. Masalah kesehatan yang dimaksud seperti:

  • Infeksi
  • Kerusakan gigi lain
  • Tumor gigi
  • Kista gigi

Pastikan untuk mengikuti apapun saran yang diberikan oleh dokter guna mengoptimalkan proses pengobatan impaksi ini.

Komplikasi Impaksi Gigi Bungsu

Jika tidak ditangani dengan baik, impaksi mungkin saja akan berujung pada komplikasi. Komplikasi dan dampak negatif lainnya yang dimaksud antara lain sebagai berikut:

  • Infeksi
  • Gigi berlubang
  • Kerusakan struktur gigi
  • Gigi menumpuk
  • Gigi jadi sulit bersih
  • Kista
  • Tumor
  • Penyakit gusi

Pencegahan Impaksi Gigi Bungsu

Sayangnya, impaksi pada gigi bungsu tidak dapat dicegah. Akan tetapi, Anda bisa melakukan langkah-langkah untuk mencegah kondisi ini sampai menimbulkan komplikasi.

Selain dengan senantiasa menjaga kebersihan gigi, yang perlu Anda lakukan adalah dengan rutin memeriksakan gigi ke dokter setidaknya setiap 6 bulan sekali. Semoga bermanfaat!

 

  1. Anonim. Impacted Wisdom Teeth. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/wisdom-teeth/symptoms-causes/syc-20373808 (Diakses pada 27 Juli 2020)
  2. Marks, J. 2019. What You Should Know About Impacted Wsidom Teeth. https://www.healthline.com/health/impacted-wisdom-tooth#symptoms (Diakses pada 27 Juli 2020)
  3. Wheeler, R. 2012. Why Do We Have Wisdom Teeth? https://www.everydayhealth.com/dental-health/why-do-we-have-wisdom-teeth.aspx (Diakses pada 27 Juli 2020)

Itulah tadi informasi dari judi slot online mengenai Impaksi Gigi Bungsu: Ciri-Ciri, Penyebab, Pengobatan, dll oleh - jasahomecare.site dan sekianlah artikel dari kami jasahomecare.site, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website jasahomecare.site, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Sulfanilamide: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll oleh - jasahomecare.site, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Sulfanilamide adalah obat untuk mengatasi infeksi jamur vagina. Ketahui sulfanilamide obat apa, fungsi, dosis, aturan pakai, efek samping, dll.

obat-sulfanilamide-doktersehat

Rangkuman Informasi Obat Sulfanilamide

 Nama Obat  Sulfanilamide
 Kandungan Obat  Sulfanilamide
 Kelas Obat  Sulphonamides
 Kategori Obat  Obat resep
 Manfaat Obat  Mengatasi infeksi jamur vagina
 Kontraindikasi Obat  Sensitivitas terhadap sulfonamida
 Sediaan Obat  Krim
 Harga Obat  â€"

Obat antijamur ini adalah obat resep. Konsultasi pada dokter atau apoteker Anda tentang harga sulfanilamide.

Sulfanilamide Obat Apa?

Sulfanilamide adalah obat untuk mengatasi infeksi jamur vagina (vulvovaginal candidiasis). Obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi sensasi terbakar pada vagina, gatal, atau keputihan yang tidak biasa.

Obat ini adalah obat resep yang tergolong dalam kelas obat antijamur sulfonamide. Cara kerja obat antijamur ini adalah menghentikan pertumbuhan jamur penyebab infeksi vagina. Obat ini mungkin digunakan untuk indikasi infeksi jamur lainnya.

Baca Juga: Candidiasis: Penyebab, Gejala, Pengobatan

Fungsi Obat Sulfanilamide

Obat sulfanilamide digunakan untuk mengatasi infeksi jamur vulvovaginal candidiasis yang menyebabkan infeksi kandidiasis vagina. Kandidiasis vagina adalah kondisi di mana jamur Candida berkembang berlebihan di vagina. Infeksi ini menyebabkan iritasi, gatal, keputihan, sakit saat buang air kecil, dan sensasi terbakar pada vagina.

Peringatan Obat Sulfanilamide

Harap perhatikan beberapa peringatan penting ini sebelum menggunakan obat sulphonamides antijamur ini, sebagai berikut:

  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi terhadap kelas alergi sulfa.
  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi obat antijamur lainnya.
  • Baca dengan teliti petunjuk penggunaan obat sebelum menggunakannya.
  • Obat ini tersedia dalam bentuk krim (topikal) untuk penggunaan di kulit dengan aplikator.
  • Konsultasi dengan dokter apabila ingin menggunakan obat ini dalam keadaan hamil, menyusui, atau sedar dalam program hamil.
  • Obat ini dapat digunakan untuk dewasa.
  • Jangan gunakan lebih lama dari yang diresepkan. Infeksi kedua mungkin terjadi.

Konsultasi pada apoteker Anda tentang semua hal yang harus ketahui sebelum menggunakan obat antijamur ini.

Interaksi Obat Sulfanilamide

Interaksi obat adalah reaksi ketika dua kandungan obat bertemu dan umumnya menimbulkan efek samping. Sementara ini, belum ada catatan tentang interaksi obat antijamur untuk vagina ini.

Walaupun demikian, sebaiknya tidak menggunakan krim untuk vagina lainnya saat menggunakan obat antijamur ini. Hindari penggunaan sabun atau produk kesehatan vagina selama perawatan infeksi jamur, atau konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda.

Efek Samping Sulfanilamide

Berikut ini beberapa efek samping obat antijamur vagina yang mungkin terjadi:

  • Demam
  • Sesak napas
  • Suara serak
  • Bengkak pada wajah, bibir, lidah, dan tenggorokan

Tanda alergi, seperti:

  • Ruam kulit
  • Gatal
  • Kulit merah
  • Bengkak
  • Kulit melepuh
  • Kulit mengelupas

Efek samping lainnya yang mungkin terjadi, termasuk:

  • Sakit perut
  • Mual dan muntah
  • Urine gelap
  • Menggigil
  • Luka di mulut
  • Kelelahan
  • Mata kuning

Efek samping lain mungkin terjadi. Harap gunakan obat sesuai perintah dokter dan segera hubungi dokter bila mengalami reaksi alergi atau efek samping dari krim anti jamur ini.

Baca Juga: 13 Cara Merawat Vagina yang Baik dan Benar (Mudah Dilakukan)

Dosis Obat Sulfanilamide

Dosis obat antijamur untuk mengatasi infeksi kandidiasis vulvovaginal adalah sekitar 6 g krim 15% (1 aplikator) satu kali sehari selama 30 hari.

Dosis setiap orang berbeda-beda sesuai dengan gejala yang dialami. Harap konsultasi pada dokter dosis yang tepat untuk kondisi Anda. Informasi ini tidak menggantikan resep dokter.

Cara Pakai Sulfanilamide

Berikut ini panduan cara pakai krim antijamur vagina ini:

  • Ikuti petunjuk penggunaan obat sesuai petunjuk penggunaan sesuai resep dokter.
  • Jangan minum obat ini melalui mulut, obat antijamur ini hanya untuk penggunaan vagina.
  • Cuci tangan Anda sebelum menggunakan obat ini.
  • Tanyakan pada dokter cara menggunakan aplikator atau baca dengan teliti di balik kemasan.
  • Bila Anda lupa menggunakannya, segera gunakan obat saat mengingatnya.
  • Bila Anda mengingat mendekati dosis selanjutnya, lupakan dosis yang terlewat dan gunakan dosis selanjutnya.
  • Jangan menggunakan dua dosis secara bersamaan.

Tanyakan kepada apoteker Anda jika belum memahami instruksi penggunaan obat antijamur pada vagina ini. Gunakan obat ini sesuai dengan resep dokter untuk memaksimalkan kinerja obat untuk menyembuhkan gejala dengan cepat.

Petunjuk Penyimpanan Sulfanilamide

Ikuti petunjuk penyimpanan obat yang benar, sebagai:

  • Simpan obat sulphonamides pada suhu 20°C-25°C.
  • Sebaiknya simpan obat sulphonamides di kotak P3K khusus atau laci yang tertutup rapat.
  • Simpan obat sulphonamides pada kemasan aslinya.
  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan membuang obat sembarangan karena akan mencemari lingkungan.

Itulah pembahasan lengkap tentang obat sulfanilamide untuk apa. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi jamur vagina. Informasi ini tidak menggantikan konsultasi langsung dengan apoteker.

 

  1. Drugs. 2020. SulfanilamideDrug. https://www.drugs.com/cdi/sulfanilamide.html. (Diakses pada 26 Juli 2020).
  2. MIMS. 2020. Sulfanilamide. https://www.mims.com/philippines/drug/info/sulfanilamide?mtype=generic. (Diakses pada 26 Juli 2020).

Itulah tadi informasi dari daftar joker123 mengenai Sulfanilamide: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll oleh - jasahomecare.site dan sekianlah artikel dari kami jasahomecare.site, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website jasahomecare.site, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Risiko Penularan COVID-19 Melalui Toilet dan Pencegahannya oleh - jasahomecare.site, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Seperti yang sudah kita ketahui, penularan virus COVID-19 melalui droplet, baik dari saat berbicara, bersin, batuk, maupun droplet yang menempel. Penularan melalui udara bisa terjadi pada kondisi tertentu pada prosedur-prosedur yang menghasilkan aerosol seperti intubasi pada orang yang akan dioperasi atau resusitasi jantung dan paru. Lalu, bagaimana dengan risiko penularan COVID-19 di toilet?



Risiko Penularan COVID-19 Melalui Toilet

Penularan melalui jalur fecal-oral masih diteliti sebagai jalur penularan COVID-19 karena ditemukan RNA virus ini di tinja pasien. Waktu munculnya virus ini di tinja belum bisa di pastikan apakah pada masa inkubasi, selama sakit atau setelah penyembuhan.

Pada beberapa pasien memang bisa ditemukan gejala-gejala pencernaan seperti diare,muntah, atau nyeri perut. Pada pasien yang memiliki gejala pencernaan maupun tidak memiliki gejala pencernaan tetap bisa ditemukan komponen virus tersebut di tinjanya.

Selain dari tinja, komponen virus ini juga bisa ditemukan di urine penderita.

Sekitar  3,7% pasien dalam urinenya bisa ditemukan komponen virus walau hanya dalam jumlah virus (viral load) yang sedikit. Hal paling penting dalam mengetahui apakah suatu metode penularan berbahaya atau tidak adalah jumlah virus (viral load). Semakin tinggi jumlahnya maka kemungkinan penularan virus melalui metode tersebut semakin tinggi.

Jumlah virus tertentu diperlukan untuk bisa menularkan ke orang lain, contohnya seperti pada virus HIV, jumlah virus di darah cukup tinggi sehingga  virus ini bisa menularkan ke orang lain apabila memakai jarum suntik yang sama namun tidak menular melalui pemakai sendok yang bersamaan karena jumlah virus di ludahnya terlalu rendah untuk bisa menularkan ke orang lain.

Walaupun buktinya masih sedikit, namun penularan melalui fecal-oral ini perlu diperhatikan karena pada tahun 2003 saat wabah SARS terjadi, di sebuah komplek apartemen di Hong Kong terjadi penularan yang sangat cepat melalui aerosol dari saluran pembuangan air.

Jika memang penularan fecal-oral bisa terjadi, maka toilet menjadi salah satu sumber infeksi. Penggunaan toilet yang tidak tepat akan menyebabkan infeksi silang jika tidak ada langkah pencegahan yang  dapat diambil. Hal ini dapat terjadi terutama di toilet umum.

Banyak orang yang memiliki kebiasaan buruk saat menggunakan toilet umum seperti meludah  di dalam toilet dan menyentor tanpa menutup tutup toilet. Kebiasaan  buruk ini mengakibatkan penularan melalui toilet masih mungkin terjadi walaupun untuk memastikannya perlu bukti yang lebih kuat.

Cara Penularan COVID-19 di Toilet

Pada sebuah penelitian ditemukan bahwa ketika kita menekan tombol toilet (flushing), 40%-60% partikel virus dapat mencapai dudukan toilet karena saat kita menekan tombol toilet, ada air yang masuk ke sebuah mangkuk di dalam tangki karena tekanan sehingga menyebabkan perubahan aliran udara. Sebaiknya ketika menekan tombol toilet lebih baik ditutup, sehingga udara yang dihasilkan akan terhalangi oleh tutup toilet.

Kemungkinan penularan lain yang bisa terjadi di toilet adalah saat kita memegang barang-barang yang terkena droplet penderita, seperti gagang pintu dan tombol flush lalu kita memegang mata, mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, karena virus ini bisa masuk melalui bagian tubuh yang bermukosa.

Penularan melalui kontak langsung bisa saja terjadi apabila saat kita berada di toilet umum kita berdiri terlalu dekat dengan penderita lalu dia berbicara, bersin atau batuk. Oleh karena itu, tetapkan jarak aman bila bertemu dengan orang lain, yaitu minimal 1 meter,akan lebih baik bila membatasi jumlah orang yang ada di dalam toilet apabila ini toilet umum. Apabila di rumah ada yang sedang sakit, bila memungkinkan gunakanlah 2 toilet yang berbeda.

Tips Mencegah Penularan COVID-19 Melalui Toilet

Walaupun penularan COVID-19 melalui toilet masih membutuhkan bukti yang lebih banyak, tetapi ada beberapa cara mencegah supaya tidak meningkatkan angka penularan terutama pada orang-orang yang tinggal di tempat komunal seperti panti jompo, rumah sakit, atau di tempat umum seperti pusat perbelanjaan.

Hal-hal yang harus di lakukan adalah membersihkan toilet sesering mungkin dengan air dan sabun atau deterjen, untuk menghilangkan partikel organik lalu baru diberi cairan disinfektan yang direkomendasikan seperti klorin atau alkohol.

Apabila di rumah, cukup gunakan klorin 0,1% atau alkohol 70% dan dilakukan disinfkesi selama 1 menit. Namun untuk toilet umum di fasilitas  kesehatan perlu dilakukan disinfeksi sebanyak tiga kali sehari dengan klorin 0,1%, alkohol 70% atau hidrogen peroksida di atas 0,5%.

Virus ini bisa bertahan beberapa hari di jenis permukaan yang berbeda, seperti di kayu bisa bertahan 1 hari, di kaca bertahan 2 hari dan plastik serta stainless steel bisa bertahan hingga 4 hari. Petugas kebersihan yang melakukannya harus memakai alat pelindung diri seperti baju tertutup, masker, sarung tangan, sepatu boots dan kaca mata.

Selalu sediakan hand sanitizer di toilet dan instruksikan pengguna toilet untuk mencuci tangan sesering mungkin. Sebaiknya alat cuci tangan yang digunakan adalah yang otomatis, bisa sehingga meminimalisir kontak. Pastikan untuk menggunakan tisu setelah menutup kran air cuci tangan untuk menghindari kemungkinan terkontaminasi virus.

Kemudian untuk jenis tempat sampah di toilet sebaiknya memakai sensor, namun yang memakai pedal juga lebih baik daripada model tempat sampah yang perlu dibuka menggunakan tangan. Secara ideal, toilet yang paling baik dalam mengurangi penyebaran virus ini adalah yang memiliki model tanpa kontak dan barang-barang sekali pakai. Meskipin demikian, kita sebaiknya harus tetap melakukan langkah-langah pencegahan COVID-19.

 

Informasi kesehatan ini disponsori:
logo-cimsa-ugm-doktersehat

 

 

 

  1. Amirian, Susan.E.2020.Potential fecal transmission of SARS-CoV-2: Current evidence and implications for public health. International Journal of Infectious Diseases 95 (2020) 363â€"370
  2. McKinney, Kelly R.2006.Environmental transmission of SARS at Amoy Gardens.J Environ Health.
  3. Li, Yun-yun, et al.2020.Can a toilet promote virus transmission ? From fluid dynamics perspective.American Institute of Physics
  4. WHO.2020.Clearing and disinfection of environmental surfaces in the context of COVID-19: Interim guidance.

Itulah tadi informasi dari judi online mengenai Risiko Penularan COVID-19 Melalui Toilet dan Pencegahannya oleh - jasahomecare.site dan sekianlah artikel dari kami jasahomecare.site, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website jasahomecare.site, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Paronikia: Jenis, Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan oleh - jasahomecare.site, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Paronikia adalah masalah kesehatan yang kasusnya terbilang umum. Memangnya, apa itu paronikia? Ketahui lebih lanjut mengenai kondisi yang satu ini mulai dari ciri-ciri, penyebab, hingga pengobatan dan pencegahannya.

paronikia-doktersehat

Apa Itu Paronikia?

Paronikia adalah kondisi ketika jaringan kulit yang ada di sekitar kukuâ€"tangan dan kakiâ€"mengalami infeksi, entah itu infeksi bakteri, virus, atau jamur. Area kulit yang terdampak lantas akan mengalami pembengkakan yang terasa sakit saat tersentuh.

Kondisi yang umum kita kenal sebagai ‘cantengan’ ini merupakan jenis infeksi yang tidak boleh disepelekan. Pasalnya, infeksi yang terjadi apabila dibiarkan akan semakin bertambah parah dan bisa-bisa menyebabkan rusaknya jaringan kulit.

Jenis-Jenis Paronikia

Paronikia sendiri terbagi menjadi 2 (dua) jenis yang mana pembagian didasari dari faktor penyebab, kemunculan gejala, dan durasi proses penyembuhan. Jenis-jenis yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Paronikia Akut

Paronikia akut adalah jenis yang proses kemunculan gejalanya berlangsung dengan cepat. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri, tepatnya bakteri Enterococcus dan Staphylococcus.

Terjadinya infeksi bakteri tersebut bukannya tanpa sebab, melainkan dipicu oleh sejumlah aktivitas seperti mencabut kutikula kuku hingga perawatan kuku (manicure).

2. Paronikia Kronis

Sementara itu, paronikia kronis terjadi secara bertahap. Jenis ini bisa dialami oleh jari-jari tangan maupun kaki. Bakteri jenis candida ditengarai menjadi biang keladi dari kondisi ini.

Dibandingkan dengan jenis akut, jenis kronis ini memiliki proses penyembuhan yang lebih lama. Selain itu, seseorang yang mengalami paronikia kronis juga berpotensi untuk kembali mengalami masalah kesehatan ini di kemudian hari.

Ciri dan Gejala Paronikia

Penyakit infeksi ini ditandai oleh sejumlah ciri dan gejala. Gejala yang muncul bisa saja berbeda-beda, tergantung dari jenis yang diderita hingga tingkat keparahannya.

Adapun gejala paronikia yang dimaksud adalah sebagai berikut.

1. Ciri dan Gejala Paronikia Akut

Ciri-ciri dari kondisi akut meliputi:

  • Nyeri pada area kulit yang terdampak
  • Area kulit yang terinfeksi berwarna kemerahan
  • Area kulit yang terinfeksi membengkak
  • Kuku di sekitar area kulit yang terinfeksi mudah lepas
  • Terdapat nanah

2. Ciri dan Gejala Paronikia Kronis

Sementara itu, ciri-ciri paronikia kronis meliputi:

  • Area kulit di sekitar kuku melunak
  • Area kulit yang terdampak membengkak dan berwarna kemerahan
  • Kutikula kuku lepas
  • Kuku dan area kulit yang terinfeksi lembap

Selain gejala-gejala di atas, mungkin masih ada lagi gejala lainnya yang timbul saat Anda mengalami infeksi yang satu ini. Jika kondisi sudah berlangsung lama dan semakin menimbulkan ketidaknyamanan, segera kunjungi dokter guna dilakukan penanganan medis lebih lanjut.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala-gejala yang tadi sudah disebutkan. Penanganan medis sedini mungkin bertujuan untuk mempercepat penyembuhan, pun mencegah kondisi bertambah buruk dan berujung pada komplikasi serius.

Penyebab Paronikia

Penyebab paronikia adalah infeksi yang sebagian besar disebabkan oleh bakteri (beberapa kasus disebabkan oleh jamur dan virus). Bakteri yang dimaksud seperti:

  • Staphylococcus aureus
  • Streptococcus pyogenes
  • Enterococcus
  • Candida

Bakteri masuk ke dalam jaringan kulit yang berada di sekitar kuku. Hal ini dimungkinkan karena pada jaringan kulit tersebut terdapat kerusakan yang dipicu oleh sejumlah hal seperti:

  • Menggigit kuku
  • Memotong kuku terlalu pendek
  • Pertumbuhan kuku yang lambat
  • Manicure
  • Tangan terlau sering terkena air sehingga lembap

Faktor Risiko Paronikia

Ada sejumlah faktor yang meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami penyakit paronikia. Faktor-faktor tersebut meliputi:

  • Jenis kelamin (wanita lebih rentan mengalami kondisi ini ketimbang pria)
  • Sering menggunakan sarung tangan/kaos kaki
  • Sering terpapar air
  • Sering terpapar bahan kimia tertentu

Diagnosis Paronikia

Diagnosis dilakukan untuk mencari tahu apa yang menyebabkan pasien bisa mengalami kondisi tersebut, pun seberapa besar tingkat keparahannya. Hal ini menjadi penting karena akan menentukan langkah medis yang nantinya diterapkan guna mengatasinya.

Diagnosis terbagi menjadi 3 (tiga) tahapan, yaitu:

1. Anamnesis

Pertama-tama, dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan kepada pasien berkaitan dengan keluhan yang dialami. Pertanyaan di antaranya meliputi:

  • Gejala apa saja yang dirasakan?
  • Sudah berapa lama kondisi ini berlangsung?
  • Apakah pernah mengalami kondisi ini sebelumnya? Jika ya, seberapa sering?
  • Apa saja kegiatan yang dilakukan sehari-hari?

2. Pemeriksaan Fisik

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap fisik pasien yang dalam hal ini adalah kuku dan kulit di sekitarnya. Melalui pemeriksaan fisik, dokter mungkin sudah bisa mengidentifikasi infeksi yang terjadi.

Akan tetapi, bisa saja pemeriksaan fisik tidak cukup memberikan gambaran mengenai kondisi pasien. Jika sudah begitu, maka pemeriksaan penunjang akan dilakukan.

3. Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan penujang dilakukan untuk memastikan jenis dan tingkat keparahan paronikia yang dialami oleh pasien. Pemeriksaan penunjang yang dimaksud adalah pengambilan sampel cairan yang ada pada kulit yakni nanah untuk kemudian dianalisis lebih lanjut di laboratorium.

Pengobatan Paronikia

Pengobatan masalah kesehatan yang satu ini tergantung dari jenis dan tingkat keparahannya. Pada kasus yang terbilang ringan, Anda mungkin bisa mengatasi kondisi ini secara mandiri seperti dengan merendam tangan di air hangat selama beberapa menit.

Air hangat dapat membantu membunuh bakteri yang ada di dalam kulit. Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi obat-obatan seperti ibuprofen dan paracetamol untuk meredakan rasa nyeri yang timbul.

Sementara itu, pengobatan paronikia juga meliputi pemberian obat-obatan antibiotik apabila kondisi ini disebabkan oleh bakteri. Obat antibiotik yang dimaksud seperti:

  • Clindamycin
  • Dicloxacillin

Apabila kondisi ini disebabkan oleh infeksi jamur, maka dokter akan meresepkan obat antijamur topikal sebagai solusinya. Obat antijamur yang umum diberikan adalah:

  • Ketoconazole
  • Clotrimazole

Selain metode-metode di atas, mungkin masih ada lagi metode pengobatan lainnya yang akan diterapkan oleh dokter menyesuaikan dengan kondisi pasien. Pastikan Anda mendapat penanganan medis yang tepat.

Pencegahan Paronikia

Kondisi ini dapat dicegah dengan sejumlah tips berikut ini:

  • Hentikan kebiasaan menggigit kuku.
  • Hindari menggunting kuku terlalu pendek.
  • Hindari paparan air pada jari tangan dan kaki terlalu lama.
  • Hindari penggunaan sarung tangan dalam waktu lama.
  • Jaga kebersihan jari tangan dan kaki.

 

  1. Anonim. 2018. Paronychia. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/paronychia-a-to-z (Diakses pada 24 Juli 2020)
  2. Anonim. What is Paronychia. https://kidshealth.org/en/teens/paronychia.html (Diakses pada 24 Juli 2020)
  3. Ellis, M. 2018. Paronychia. https://www.healthline.com/health/paronychia#causes (Diakses pada 24 Juli 2020)
  4. Kandola, A. 2018. How to treat paronychia (an infected nail). https://www.medicalnewstoday.com/articles/324059#treatment (Diakses pada 24 Juli 2020)

Itulah tadi informasi dari daftar poker mengenai Paronikia: Jenis, Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan oleh - jasahomecare.site dan sekianlah artikel dari kami jasahomecare.site, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website jasahomecare.site, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Amputasi: Penyebab, Prosedur, Pemulihan, dll oleh - jasahomecare.site, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Amputasi adalah prosedur pengangkatan bagian tubuh seperti kaki, tangan, atau jari akibat suatu kondisi ekstrim. Amputasi dilakukan untuk menyelamatkan hidup seseorang. Ketahui apa itu amputasi, penyebab, prosedur, dan proses pemulihannya di sini.

doktersehat-amputasi

Apa Itu Amputasi?

Amputasi adalah pengangkatan seluruh atau sebagian anggota tubuh seperti kaki, tangan, jari kaki, atau jari tangan akibat kondisi kronis. Prosedur ini dilakukan sebagai pilihan terakhir apabila tidak ada prosedur medis lain yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan hidup seseorang.

Alasan paling umum mengapa prosedur pengangkatan tubuh dibutuhkan adalah saat ada anggota tubuh yang tidak mendapat aliran darah, oksigen, dan nutrisi sehingga ada jaringan atau sel yang mati. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh penyakit tertentu, operasi, atau cedera (amputasi traumatik).

Amputasi mungkin menjadi hal yang menakutkan bagi sebagian besar orang. Pasien yang menjalani prosedur pengangkatan anggota tubuh harus mendapat dukungan dan bantuan medis baik untuk memulihkannya secara fisik dan mental.

Gejala Amputasi

Pasien penyakit arteri perifer, diabetes, dan iskemia rentan kehilangan anggota tubuh apabila kondisinya semakin memburuk. Premier Surgical Limb Preservation Clinic menyampaikan bahwa kondisi tersebut dapat dicegah dengan deteksi dini tanda dan gejala amputasi, termasuk:

  • Mati rasa pada sebagian anggota tubuh hingga sulit bergerak
  • Nyeri hebat
  • Kulit mengilap dan kering
  • Denyut nadi melemah pada anggota gerak
  • Infeksi yang tidak dapat diobati dengan antibiotik
  • Kulit kaki dan tangan menebal
  • Gangren, jaringan tubuh yang mati akibat kekurangan pasokan darah

Apabila mengalami sebuah cedera parah pada anggota tubuh, pengangkatan anggota tubuh mungkin dibutuhkan bila mengalami gejala:

  • Pendarahan parah pada lokasi anggota tubuh yang cedera
  • Nyeri sesuai dengan tingkat keparahan cedera dan pendarahan
  • Jaringan tubuh hancur atau rusak parah

Hilangnya anggota tubuh secara tiba-tiba tanpa gejala juga mungkin terjadi akibat kecelakaan lalu lintas, luka bakar, kekerasan, atau peristiwa lain.

Kapan Harus ke Dokter?

Anda harus rajin konsultasi ke dokter bila Anda memiliki riwayat medis yang berisiko untuk kehilangan anggota tubuh. Anda dapat mencegah risiko amputasi dengan melakukan perawatan dan pengobatan yang disarankan dokter.

Selain itu, segera mungkin hubungi dokter bila seseorang mengalami cedera atau kecelakaan parah yang berisiko pendarahan, kehilangan anggota tubuh, atau kondisi emergensi lainnya.

Baca Juga: Kanker Tulang: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Penyebab Amputasi

Amputasi adalah pilihan terakhir apabila arteri (pembuluh nadi yang mengalirkan darah) tersumbat. Prosedur pengangkatan sebagian atau seluruh anggota tubuh diperlukan bila mengalami:

  • Infeksi parah
  • Mati rasa
  • Luka parah atau hancur
  • Jaringan dipengaruhi dengan gangren
  • Jaringan dipengaruhi kanker
  • Cedera atau luka serius
  • Tubuh tidak bisa digerakan atau fungsi anggota gerak terbatas
  • Penebalan jaringan saraf (neuroma)
  • Infeksi serius yang tidak membaik dengan perawatan atau antibiotik
  • Frostbite, membekunya sebagian organ tubuh yang terpapar oleh suhu dingin yang berlebihan 0°C (32°F)

Kondisi tersebut umumnya terjadi akibat:

  • Penyakit: Diabetes, pembekuan darah, infeksi tulang (osteomielitis), arteri perifer, dan iskemia (kekurangan suplai darah).
  • Pembedahan: Operasi pengangkatan tumor di sekitar tulang atau otot.
  • Cedera: Cedera traumatis akibat kecelakaan, luka bakar, luka tusuk, hantaman benda tajam, dan lainnya.

Seberapa besar anggota tubuh yang diangkat tergantung pada kondisi jaringan dan suplai darah. Apabila jaringan tidak mendapat suplai darah yang penuh oksigen, maka jaringan akan mati dan terinfeksi.

Faktor Risiko Amputasi

Seperti yang sudah disebutkan, beberapa penyakit berisiko menghambat aliran darah atau arteri hingga jaringan pada anggota gerak mati, di antaranya:

  • Diabetes
  • Infeksi tulang
  • Arteri perifer
  • Iskemia
  • Pembekuan darah

Selain itu, Anda berbagai kondisi tak terduga yang membuat seseorang rentan mengalami kecelakaan dan kehilangan anggota tubuh. Misalnya, bila Anda bekerja dengan alat berat atau mengalami kecelakaan parah. Maka dari itu, disarankan untuk menjaga keselamatan kerja dan keselamatan diri di manapun berada.

Prosedur Amputasi

Pengangkatan anggota tubuh termasuk jenis operasi darurat, berikut ini prosedurnya:

1. Sebelum Operasi

Apabila ini adalah prosedur amputasi yang direncanakan, dokter akan mengidentifikasi jenis amputasi dan rencana pemulihan pasca operasi. Dokter juga akan memeriksa kondisi fisik, gizi, sistem kardiovaskular, pernapasan, serta perkembangan penyakit yang mendasarinya.

Anda juga akan diberi pengarahan dan dampingan secara psikologis. Anda juga disarankan untuk konsultasi seputar dukungan keluarga, efek sosial, pekerjaan, dan perubahan yang akan terjadi setelah operasi dan bantuan yang Anda butuhkan untuk mengatasinya.

2. Selama Operasi

Dokter akan memberi anestesi umum atau obat bius agar operasi tidak terasa sakit. Dokter juga akan menggunakan anestesi epidural atau anestesi spinal untuk membuat tubuh bagian bawah mati rasa.

Sebelum dimulai, dokter akan memeriksa denyut nadi, suhu kulit, dan kondisi keseluruhan bagian tubuh yang akan diangkat. Dokter akan membuang semua jaringan atau tulang yang rusak dengan peralatan medis.

Setelah selesai, dokter akan menutup luka dan merapikan kembali pembuluh darah, saraf, dan tulang sehat di sekitar lokasi pembedahan. Dokter akan menggunakan pembalut steril atau perban untuk membalutnya.

3. Pascaoperasi

Pasien memerlukan perawatan selama 5-14 hari. Perawatan tergantung pada jenis operasi dan komplikasi yang mungkin terjadi. Dokter juga akan memberi beberapa obat pascaoperasi untuk memulihkan fisik Anda.

Dalam kondisi ini, Anda membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat. Dokter juga akan menyarankan berbagai opsi rehabilitasi dan pemulihan jangka panjang agar Anda tetap sehat dan dapat beraktivitas kembali.

Baca Juga: 10 Ciri-Ciri Kanker Tulang yang Perlu Dikenali dan Diwaspadai!

Pemulihan Pascaamputasi

Total pemulihan luka pasca operasi membutuhkan waktu sekitar 8 minggu. Selama itu, dokter akan tetap memantau keadaan Anda serta memberikan resep obat dan saran medis lainnya.

Anda juga mungkin membutuhkan bantuan dari ahli fisioterapi (spesialis pasca operasi) dan psikolog untuk membantu terapi fisik dan mental. Umumnya, dokter akan menyarankan rehabilitasi mental untuk membantu mengembalikan kondisi fisik dan mental Anda.

Pasien juga membutuhkan rehabilitasi jangka panjang, termasuk:

  • Latihan untuk mengontrol otot.
  • Latihan menggunakan alat bantu gerak yang tersedia.
  • Latihan untuk melakukan berbagai kegiatan secara mandiri.
  • Dukungan emosional dari keluarga, teman, atau orang-orang di sekitar.

Idealnya, luka harus sepenuhnya sembuh dalam waktu sekitar empat hingga delapan minggu. Namun, penyesuaian fisik dan emosional untuk kehilangan anggota tubuh bisa menjadi proses yang panjang.

Komplikasi Amputasi

Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi:

  • Gangguan jantung
  • Gangguan trombosis dalam vena
  • Radang paru-paru
  • Luka
  • Infeksi
  • Pemulihan pasca operasi yang lama
  • Kontraktur, peregangan kulit, tendon, ligamen, atau kuku

Orang tua juga rentan mengalami komplikasi pengerasan darah yang berisiko kematian. Konsultasi pada dokter untuk mengurangi risiko komplikasi dan mempercepat proses pemulihan.

Cara Mencegah Amputasi

Premier Surgical Limb Preservation Clinic menyampaikan bahwa 65% risiko amputasi akibat penyakit tersebut dapat dicegah dengan perawatan maksimal dan mengenali gejala kelumpuhan jaringan sebelum memburuk.

Selain itu, selalu gunakan peralatan keselamatan kerja bila Anda bekerja di pabrik atau menggunakan alat-alat berat dengan risiko kecelakaan tinggi. Anda juga harus menggunakan peralatan keselamatan berkendara dan mematuhi aturan lalu-lintas untuk mengurangi risiko fatal kecelakaan.

 

  1. Health Direct. 2019. Amputations. https://www.healthdirect.gov.au/amputation. (Diakses pada 17 Juli 2020).
  2. Johns Hopkins Medicine. 2020. Amputation. https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/amputation. (Diakses pada 17 Juli 2020).
  3. Medline Plus. 2018. Traumatic amputation. https://medlineplus.gov/ency/article/000006.htm#. (Diakses pada 17 Juli 2020).
  4. NHS. 2019. Amputation. https://www.nhs.uk/conditions/amputation/. (Diakses pada 17 Juli 2020).
  5. Premier Surgical. 2015. 8 SIGNS AND SYMPTOMS YOU MAY BE AT RISK OF LIMB LOSS. https://www.premiersurgical.com/12/8-signs-and-symptoms-you-may-be-at-risk-of-limb-loss/. (Diakses pada 17 Juli 2020).
  6. WebMD. 2020. Amputation Overview. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/definition-amputation#1. (Diakses pada 17 Juli 2020).

Itulah tadi informasi dari poker idn mengenai Amputasi: Penyebab, Prosedur, Pemulihan, dll oleh - jasahomecare.site dan sekianlah artikel dari kami jasahomecare.site, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.